Jumat, Agustus 31, 2012
Kamis, Agustus 30, 2012
GOD!!!
Akhirnya setelah 2 tahun nangis bareng,ngambek bareng,jadi orang gila bareng, dimarahin bareng-bareng, dipanggil kepala skolah bareng, dan semua hal bareng-bareng yang gak bisa diungkapin berbarengan #alay -__-
akhirnya kita jadi alumni jugaaaaa
kalo dipikir-pikir waktu dua tahun itu terasa cepet banget waktu kamu ngerasain yang namanya persaudaraaan, mungkin emang terdengar klise sih ,tapii kayaknya ada benernya juga dehh
dari awal jadi anggota tertindas, pengurus yang menindas wkwk, dan saat saat udah mulai fakum yang gak bisa nindas siapa-siapa hehehe, sediihhh :')
Mungkin video ini gak ada artinya buat orang lain, tapiiii buat aku yaah lumayan bermakna lahh, oya makasi sebelumnya buat si pembuat video ini, Ratih,Candra,Dekna, and than gunggus, mucikk yaaa :*
video ini aku persembahin buat keluarga besar TEATER TIGA TRISMA terutama buat sodara-sodaraku angkatan 34 yang udah ngerasaain rasa capek bareng-bareng, kakak-kakak 33 yang mau ngajain kita yang kerasny kayak batu ini hehehe, kakak-kakak alumni yang gak bisa disebutin satu-satu,dan adek-adekku tersayang yang kadang-kadang ngeselin tapi terunyu-unyuku 35,dan semua pihak yang udah ngerelain waktunya buat anak-anak yang terbuang dan tersingkirkan ini ._.v
so enjoy this film~
Jumat, Februari 17, 2012
Sabtu, Juni 18, 2011
ASPEK PIDANA DAN PEMIDANAAN DALAM KONSEP PEMBAHARUAN KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA
Kamis, Juni 02, 2011
Contoh Wawancara
Wawancara
1) Narasumber : Ibu Yogi Utami
Profesi : Guru Pembina ekstra KOPSIS SMA NEGERI 3DENPASAR
T : “Selamat pagi bu, boleh saya mewawancara ibu hari ini?”
J : “Tentu nak, tentang apa nak?”
T : “Tentang KOPSIS ibu, yaitu mengenai kantin kejujuran yang mengembangkan progam baru yakni food court. Bisa kita mulai ibu?”
J : “Tentu.”
T : “Mulai kapan food court di kanjur diresmikan bu?
J : “Kita meresmikannya tanggal 1 November nak.”
T : “Bagaimana tanggapan ibu tentang berkembangnya kanjur?”
J : “Saya sangat mendukung progam ini, karena dalam mewujudkan program ini, tidak terlalu banyak hambatan yang berarti, semua berkat partisipasi siswa, sekolah dan juga anggota ekstra kopsis.”
T : “Ide food court ini sebenarnya dari mana bu?”
J : “Ide ini muncul dari anak-anak sendiri,juga oleh kepala sekolah nak.”
T : “Menurut Ibu, apa fungsi utama dari kanjur?”
J : “sebenarnya kanjur tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan, namun tujuan utamanya adalah untuk melatih kejujuran para siswa.”
T : “Menurut ibu, apakah siswa SMAN 3 DENPASAR sudah berlaku jujur?”
J : “Berdasarkan hasil penjualan yang diperoleh, memang kadang-kadang tidak sesuai dengan seharusnya, namun selisihnya hanya sedikit, ya bisa saya katakan kejujuran para siswa di SMA 3 cukup tinggi.”
T : “Kira-kira bila dihitung, berapa persen ya bu?”
J : “Ya sekitar 98%lah nak.”
T : “ Terimakasih kepada Ibu yang sudah meluangkan waktunya untuk kami wawancarai yang berhubungan dengan kantin kejujuran TRISMA.”
J : “Iya nak sama-sama.”
2) Narasumber : Melina Trino Supiatma
Profesi : Anggota ekstra KOPSIS SMA NEGERI 3DENPASAR
T :“Melina, boleh saya wawancara mengenai kanjur yakni food courtnya ?”
J : “Tentu.”
T : “Apakah kamu setuju dengan ditambanya stand food court?”
J : “Sangat setujulah.”
T : “Karena stand kanjur bertambah, apakah tugas kamu juga bertambah?”
J : “Iya, untuk anggota mungkin hanya bisa berpartisipasi dengan melakukan piket dua kali dalam seminggu yang kami lakukan sepulang sekolah. Selain itu kami juga membantu menjaga kebersihan kanjur.”
T : “Oh, terimakasih ya Melina sudang mau meluangkan waktunya.”
J : “Sama-sama Novi.”
3) Narasumber : Ni Made Mawi Ariwati
Profesi : Siswa SMAN 3 DENPASAR
T : “Siang Mawi, boleh saya wawancara?”
J : “Tentu, tentang apa?”
T : “Tentang food court baru di kanjur, menurut kamu ini membantu?”
J : “Menurutku ini membantu banget, jadi engak usah jauh-jauh ke kantin.”
T : “Menurut kamu apakah kanjur memiliki kekurangan?”
J : “Ada, kekurangannya ketika saya ingin menukar uang atau mengambil kembalian kadang-kadang tidak ada uang kecil. Selain itu persediaanya barang-baranya juga kurang, seperti ketika saya ingin membeli kertas ulangan, ternyata barangnya sudah habis.
T : “Baiklah, terimakasih sudah mau meluangkan maktunya
J : “Sama-sama.”
Berita :
Latih Kejujuran Melalui Kantin Kejujuran
”Kopsis kini makin melebarkan sayap dengan kemunculan food court di kantin kejujuran. Keuntungan yang diperoleh sehari mulai dari Rp.100.000-Rp.400.000. Disamping menguntungkan bagi kopsis sendiri, melaui food court ini akan semakin melatih kejujuran para siswa SMAN 3 DENPASAR.”
Kanjur kealolaan siswa kopsis kini makin menarik dengan tambahan food court yang baru saja diluncurkan pada tanggal 1 November lalu. Pada tahun sebelumnya kanjur yang hanya menjual seragam sekolah dan alat tulis, pada tahun kedua ini tampil beda.
“Stand ini merupakan program baru dari kopsis, syukurnya dalam mewujudkan program ini, tidak terlalu banyak hambatan yang berarti, semua berkat partisipasi siswa, sekolah dan juga anggota ekstra kopsis. Ide membuat stand makanan ini muncul dari anak-anak sendiri, dan juga oleh kepala sekolah.” terang Pembina kopsis Bu Yogi saat ditanya mengenai stand baru di kanjur.
Peranan dan partisipasi peserta kopsis dalam mengelola program baru ini juga sangat diperlukan. “Untuk anggota mungkin hanya bisa berpartisipasi dengan melakukan piket dua kali dalam seminggu yang kami lakukan sepulang sekolah. Selain itu kami juga membantu menjaga kebersihan kanjur.” terang Melina salah satu anggota kopsis.
Para siswa sendiri juga turut merasakan dampaknya, “Menurut saya program ini sangat bagus. Karena dengan ditambahkannya makanan, minuman, dan yang lainnya. Menyebabkan kantin kejujuran makin menarik dan banyak yang mengunjungi. Dampaknya sangat bagus yaitu semakin banyak siswa yang melatih kejujuran.” Ujar Mawi salah seorang siswa SMAN 3 DENPASAR.
Namun masih ada beberapa kakurangan dari kanjur yang perlu ditangani. “Kekurangannya, ketika saya ingin menukar uang atau mengambil kembalian kadang-kadang tidak ada uang kecil. Selain itu persediaanya barang-baranya juga kurang, seperti ketika saya ingin membeli kertas ulangan, ternyata barangnya sudah habis.” Jelas Mawi saat ditanya mengenai kekurangan dari kanjur.
Kantin kejujuran di SMAN 3 DENPASAR ini tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan, namun tujuan utamanya adalah untuk melatih kejujuran para siswa. “Berdasarkan hasil penjualan yang diperoleh, memang kadang-kadang tidak sesuai dengan seharusnya. Namun selisihnya hanya sedikit, ya bisa saya katakan kejujuran para siswa di SMA 3 cukup tinggi yaitu sekitar 98%.” Jawab Bu Yogi mengenai seberapa besar kejujuran para siswa.
Membuat Cerpen Dari Pengalaman Sendiri
Jadwal Keberuntungan
“Novi! Sudah jam lima sayang!” terdengar suara Mama saat Aku sedang asyik nonton teve. Aku menoleh dan sedikit cemberut. Aku berumur 7 tahun dan duduk di kelas 2 bangku sekolah dasar.
“Eit, kok, cemberut! Katanya Novi sudah mengerti kenapa Novi hanya boleh nonton sampai jam lima sore,” ujar Mama lagi.
“Siap, Mama!” Aku memberi Hormat, lalu berbalik dan berjalan tegap. Kemudian masuk ke ruang baca. Papaku adalah seorang perwira polisi. Keluargaku punya kebiasaan memberi hormat saat bercanda.
Sudah sebulan ini ada peraturan baru di rumahku. Mama membuat jadwal menonton televisi, belajar, bermain, dan istirahat. Itu gara-gara semester ini nilai-nilai mata pelajaranku menurun. Selama ini Aku memang terlalu banyak menonton teve. Mula-mula Aku tidak setuju dengan aturan itu. Tapi setelah Mama menjelaskan kegunaannya akhirnya Aku setuju.
Suatu hari, Papa terkejut ketika melihatku masih di depan teve pada pukul 06.00 sore. “Novi, kok masih nonton teve?” Papa berusaha menyimpan kekesalannya. Papaku memang tidak suka kalau ada yang melanggar peraturan.
Aku cemberut sambil memindah-mindahkan saluran dengan remot control.
“Novi kesal sama Mama Papa!” kataku
“Lo, memang kenapa?” Papa duduk bersila di sebelahku.
“Gara-gara Papa dan Mama melarang Novi nonton teve, Novi jadi tidak tahu film, tidak tahu kartun, pokoknya banyak! Jadi sekarang Novi mau nonton teve terus sekarang.”
“Novi lupa, ya waktu waktu nilaimu jelek, Novi kan sedih dan menyesal. Makanya Novi setuju dengan peraturan itu.” Kata Papa.
“Mama pulang!” Tiba-tiba terdengar suara Mama yang menuju ke ruang keluarga.
“Vi, tadi Mama ketemu sama Bu Guru di supermarket dan Bu Guru bilang kalau soal pengetahuan umum, wawasan Novi luas sekali dibanding teman-temanmu.”
“Bu Guru bilang begitu, Ma?” Aku angkat bicara.
“Iya, Bu Guru bilang Novi harus rajin belajar. Minggu depan sudah ujian semester, kan?” Mama merangkul Bahuku.
“Tapi menonton teve juga menambah wawasan kan, Ma!” Protesku.
“Bedanya, di teve Novi bisa menonton apa saja tampa batas. Kalau membaca buku yang sudah diseleksi, jadi lebih aman.” Jelas Mama.
“Wah, bicara Mama rumit banget ya, Vi? Novi mengerti tidak maksud Mama?” Tanya Papa.
“Novi mengerti kok, Pa.” Kataku.
Hari penerimaan rapor akhirnya tiba juga. Aku luar biasa gembira karena selain mendapatkan nilai-nilai memuaskan, aku juga mendapatkan rangking di kelas. Sepulang kantor, Papa mendapat kabar gembira itu dan sebagai hadiahnya aku diajak memancing bersama Papa dan Mamaku Kemudian Membuat ikan bakar dan kami makan siang bersama-sama.
