Peserta acara The Master Junior 2 wakil kota Medan, Sakti Sahatma Samudra Naibaho alias Sakti, 12, membuat anggota dewan juri acara tersebut, Deddy Corbuzier dan Alya Rohali, terpesona. Mereka juga memprediksi Sakti akan berhasil lolos ke tahap final dari acara tersebut.
The Master Junior 2 merupakan acara kompetisi sulap antar anak-anak yang diadakan dan disiarkan langsung oleh Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) setiap Sabtu dan Minggu, pukul 15.00 hingga 17.00. Dalam acara ini, Sakti sendiri diberi julukan The Numeric Magician, sesuai dengan karakter permainan sulapnya yang mengandalkan perhitungan Matematika (numer: angka. Red).
Alya Rohali mengaku terkesima dengan trik-trik dan permainan Sakti yang mengandalkan angka-angka. Ia mengatakan bahwa kemampuan Sakti tersebut merupakan sesuatu yang luar biasa karena tak biasa dilakukan oleh seorang anak seusianya.
“Saya terkesima dengan Sakti, terkesima dengan trik sulapnya yang menggunakan itung-itungan lewat angka. Buat saya, anak seumuran Sakti dengan kemampuan seperti itu sudah luar biasa pinter, jarang ada yang bisa,” kata Alya, yang dijumpai Waspada Online sore tadi (22/11) di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, tempat berlangsungnya acara The Master Junior 2 tersebut.
Tiap Minggu, 1 peserta The Master Junior harus rela tersingkir dari acara tersebut hingga tibanya tahap final yang hanya akan diikuti oleh 2 peserta. Penentuan siapa peserta yang masih boleh bertahan dan siapa yang tidak ditentukan oleh voting penonton lewat SMS (Short Message Service). Saat ini, acara tersebut hanya tinggal menyisakan 3 kontestan, yaitu Sakti, Arif dari Jakarta (berjuluk The Illutionist) serta Vanes dari Jakarta (berjuluk The Modern Virtual Magician).
Alya juga memprediksi Sakti bersama Arif akan berhasil masuk final. Hal ini ia baca berdasarkan perolehan SMS yang selalu tinggi untuk kedua peserta tersebut.
“Melihat dari kecenderungan perolehan SMS, saya sendiri melihatnya kemungkinan Sakti dengan Arif yang akan masuk final, terlepas dari kehebatan aksi-aksi mereka,” katanya.
Senada dengan Alya Rohali, Deddy Corbuzier juga menilai kemampuan Sakti dalam menampilkan trik sulap dengan perhitungan angka merupakan sesuatu yang tak biasa. Ia juga memprediksi Sakti akan berhasil masuk final The Master Junior 2.
“Kemungkinan besar Sakti akan berhasil lolos ke final nanti. Permainan dia mengagumkan, luar biasa buat seorang anak seusia dia. Karena untuk menggunakan kemampuan itu dibutuhkan kemampuan mengingat, memori dan kemampuan Matematika yang relatif tinggi,” ujarnya.
Mengenai Sakti
Sakti merupakan siswa kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Methodis 2, Medan. Ia belajar sulap sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Trik sulap pertama yang dipelajarinya adalah trik sulap dengan menggunakan kartu.
Sakti belajar sulap dari ayahnya, Binsar Naibaho, 38, yang juga berprofesi sebagai seorang dokter. Sakti mengandalkan kemampuan Matematika dan perhitungan angka dalam tiap permainan sulapnya, hal ini karena ia sendiri memang seseorang yang menyukai Matematika.
“Waktu kelas 1 SMP malah pernah masuk Tim Olimpiade Matematika sekolah,” katanya.
Sakti menilai kemampuannya dalam mengandalkan Matematika itu akan berguna juga bagi masyarakat Indonesia. Ia melihat bahwa permainannya akan membuat banyak orang juga terinspirasi untuk selalu bersemangat dalam belajar dan berlatih mengembangkan diri.
“Matematika bisa untuk mengembangkan pikiran kita. Dengan permainan sulap lewat matematika ini aku juga mau menyemangati orang untuk selalu belajar dan berlatih mengembangkan kemampuan-kemampuan mereka,” katanya.
Jumat, November 27, 2009
SAKTI SAHATMA SAMUDRA NAIBAHO - SAKTI (MEDAN) => Master Joe Shandi (mentor)
Teman kita yang berasal dari Medan ini ngefans banget sama Om Joe Sandy, bahkan dia bercita-cita menjadi The Next Master of Number! Wahhh...!! Seperti Om Joe, Sakti juga memiliki otak yang pintar. Masih berumur 4 tahun, tapi Sakti sudah masuk SD. Dan sekarang dia sudah duduk di kelas 3 SMP walaupun masih berumur 12 tahun!!
Kepintarannya ini mungkin didapat dari papanya yang seorang dokter. Selain pintar, Sakti ternyata suka membantu orang lain juga. Di klinik pengobatan cuma-cuma milik papanya, Sakti juga membantu melatih pasien yang menderita tunanetra.
Pengen dukung dy...Ketik MJ SAKTI kirim ke 6288 (tarif Rp. 2000/sms)
Teman kita yang berasal dari Medan ini ngefans banget sama Om Joe Sandy, bahkan dia bercita-cita menjadi The Next Master of Number! Wahhh...!! Seperti Om Joe, Sakti juga memiliki otak yang pintar. Masih berumur 4 tahun, tapi Sakti sudah masuk SD. Dan sekarang dia sudah duduk di kelas 3 SMP walaupun masih berumur 12 tahun!!
Kepintarannya ini mungkin didapat dari papanya yang seorang dokter. Selain pintar, Sakti ternyata suka membantu orang lain juga. Di klinik pengobatan cuma-cuma milik papanya, Sakti juga membantu melatih pasien yang menderita tunanetra.
Pengen dukung dy...Ketik MJ SAKTI kirim ke 6288 (tarif Rp. 2000/sms)
Jumat, November 13, 2009
KEAJAIBAN DUNIA
Diposkan oleh daayanasinaga | di 20:27 | 0 komentarTujuh Keajaiban Dunia Tujuh Keajaiban Dunia Kuno Tujuh Keajaiban Dunia biasanya menunjuk ke Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pencetus awal daftar ini adalah Antipater Sidon, yang membuat daftar struktur dalam sebuah puisi (sekitar 140 SM). "Aku telah melihat tembok Babilonia yang agung yang di atasnya terbentang jalanan untuk kereta-kereta perang, dan patung Zeus di Alfeus, dan taman-taman gantung, dan Kolosus Matahari, dan karya besar yang membangun piramida-piramida tinggi, serta kuburan yang besar dari Mausolus; namun ketika aku melihat rumah Artemis yang menjulang ke awan-awan, yang lain itu semuanya kehilangan keindahannya, dan aku berkata, 'Tengoklah, selain Olympus, Matahari...
Boediono: Indonesia Jadi Negara Maju Pada 2029
Tim Liputan 6 SCTV 31/10/2009 17:10
Liputan6.com, Jakarta: Wakil Presiden Boediono berkeyakinan, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi maju di dunia dalam 20 tahun mendatang. Hal itu disampaikan oleh Boediono dalam diskusi bersama kaum muda se-Asia di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Sabtu (31/10)."Saat ini, Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan. Salah satunya di bidang ekonomi. Jika kebutuhan dasar seseorang sudah terpenuhi, maka kebutuhannya akan meningkat," jelas Boediono. "Dan ciri-ciri itu sudah terlihat di sebagian masyarakat Indonesia."
Begitu juga di bidang hukum, kata Boediono, karena sudah banyak kasus korupsi yang ditindaklanjuti. "Untuk itu, kewajiban generasi muda sekarang dan seterusnya adalah menjaga hal tersebut," tambahnya.
Suku Maya Menampik Ramalan Kiamat 2012
Iswardani
Apolinario Chile Pixtu
Artikel Terkait
* NASA Luncurkan Halaman Situs Bantahan Kiamat 2012
Liputan6.com, Mexico City: Saat ini tengah santer kabar tentang kehancuran bumi yang disebutkan akan terjadi pada 12 Desember 2012. Bahkan sebuah film berjudul "2012" yang diklaim didasarkan pada analisis ilmiah tengah akan segera diputar. Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah adanya perhitungan menurut kalender Suku Maya bahwa pada tahun tersebut akan terjadi kiamat yang ditandai kerusakan dahsyat di bumi. Benarkah?
Meski mengatasnamakan ramalan Suku Maya, baru-baru ini Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya justru menampik. Ia mengatakan hal tersebut hanya gambaran orang-orang Barat dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan jika sukunya ditanyakan apakah mengerti benar hal tersebut, mereka justru tidak mengetahuinya. Keraguan ini diperkuat dengan data pada stone tablet (tablet batu), yang menjadi dasar argumentasi kiamat, tidak terbaca semua karena ada bagian yang terlewatkan. Hal serupa juga dikatakan David Stuart, seorang peneliti Suku Maya dari Universitas Texas, Amerika Serikat. Baginya, ramalan kiamat 2012 tak berdasar. "Suku Maya tidak hendak mengatakan dunia akan berakhir, namun sekadar merekam ulang tahun penciptaan," ujarnya.
Namun, kabarnya, suku Maya masih menyimpan satu lagi rahasia, yaitu seputar perubahan jajaran bintang setiap 25.800 tahun. Pada saat itu, matahari akan sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti dan itu akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Sejumlah astronom mengatakan fenomena tersebut tak akan banyak berpengaruh pada bumi, tapi astronom lain tak sependapat, mereka mengatakan banyak pengaruh yang akan terjadi pada bumi jika fenomena itu terjadi. "Jika kita ingin menghormati apa yang dipikirkan Suku Maya, kita akan mengatakan Suku Maya memandang tahun 2012 sebagai siklus akhir dan masa transformasi kembali," kata John Major Jenkins, seorang penulis.
Meski demikian, orang yang pertama kali membahas masalah ini Brasseur de Bourbourg mengatakan, Barat telah banyak menyematkan skenario kehancuran bumi pada Suku Maya, meski jarang menguji kenyataan saat ini dengan prediksi tersebut. Jika demikian mana yang benar?
Iswardani
Apolinario Chile Pixtu
Artikel Terkait
* NASA Luncurkan Halaman Situs Bantahan Kiamat 2012
Liputan6.com, Mexico City: Saat ini tengah santer kabar tentang kehancuran bumi yang disebutkan akan terjadi pada 12 Desember 2012. Bahkan sebuah film berjudul "2012" yang diklaim didasarkan pada analisis ilmiah tengah akan segera diputar. Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah adanya perhitungan menurut kalender Suku Maya bahwa pada tahun tersebut akan terjadi kiamat yang ditandai kerusakan dahsyat di bumi. Benarkah?
Meski mengatasnamakan ramalan Suku Maya, baru-baru ini Apolinario Chile Pixtun, tetua Suku Maya justru menampik. Ia mengatakan hal tersebut hanya gambaran orang-orang Barat dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan jika sukunya ditanyakan apakah mengerti benar hal tersebut, mereka justru tidak mengetahuinya. Keraguan ini diperkuat dengan data pada stone tablet (tablet batu), yang menjadi dasar argumentasi kiamat, tidak terbaca semua karena ada bagian yang terlewatkan. Hal serupa juga dikatakan David Stuart, seorang peneliti Suku Maya dari Universitas Texas, Amerika Serikat. Baginya, ramalan kiamat 2012 tak berdasar. "Suku Maya tidak hendak mengatakan dunia akan berakhir, namun sekadar merekam ulang tahun penciptaan," ujarnya.
Namun, kabarnya, suku Maya masih menyimpan satu lagi rahasia, yaitu seputar perubahan jajaran bintang setiap 25.800 tahun. Pada saat itu, matahari akan sejajar dengan pusat Galaksi Bima Sakti dan itu akan terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Sejumlah astronom mengatakan fenomena tersebut tak akan banyak berpengaruh pada bumi, tapi astronom lain tak sependapat, mereka mengatakan banyak pengaruh yang akan terjadi pada bumi jika fenomena itu terjadi. "Jika kita ingin menghormati apa yang dipikirkan Suku Maya, kita akan mengatakan Suku Maya memandang tahun 2012 sebagai siklus akhir dan masa transformasi kembali," kata John Major Jenkins, seorang penulis.
Meski demikian, orang yang pertama kali membahas masalah ini Brasseur de Bourbourg mengatakan, Barat telah banyak menyematkan skenario kehancuran bumi pada Suku Maya, meski jarang menguji kenyataan saat ini dengan prediksi tersebut. Jika demikian mana yang benar?

Liputan6.com, Washington DC: Beberapa pekan terakhir, semakin sering terdengar kabar mengenai ramalan kiamat oleh suku Maya yang akan terjadi 2012 nanti. Ditambah lagi ditayangkannya film layar lebar berjudul 2012 yang menceritakan tentang hal yang sama. Menanggapi kabar tersebut dengan skeptis, para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan halaman di situs resminya yang membantah mitos-mitos seputar peristiwa itu.
Di halaman "pertanyaan yang sering ditanyakan" atau FAQ pada situsnya, NASA memasang judul "2012: Awal dari Akhir atau Mengapa Dunia Takkan Berakhir?" Di dalamnya, NASA menuliskan film 2012 memang cukup mengesankan. Hanya saja, tanggal 21 Desember 2012 tidak akan menjadi akhir dari dunia ini. Demikian dilansir Cnet News, Kamis (12/11) waktu setempat.
Menurut para ilmuwan NASA, tak ada hal buruk yang akan terjadi terhadap Bumi pada 2012. "Planet kita baik-baik saja selama lebih dari empat miliar tahun dan ilmuwan yang terpercaya di seluruh dunia tahu bahwa tak ada ancaman yang terkait dengan 2012."
Namun pendalaman mengenai hal ini baru jelas dibeberkan setelah kita membaca lebih jauh. NASA menuliskan, mitos seputar 2012 yang mengatakan planet akan berbaris sejajar dan menabrak Bumi itu tidak benar. Hal itu takkan terjadi dalam beberapa dekade mendatang dan Bumi tak akan menyeberang galaksi pesawat pada 2012. Dan kalaupun hal ini terjadi, efeknya terhadap Bumi tak begitu besar. "Setiap Desember Bumi dan matahari sejajar dengan pusat perkiraan Galaksi Bima Sakti. Kendati demikian, hal ini merupakan peristiwa tahunan yang tak ada artinya."
Di akhir laman, salah seorang ilmuwan senior NASA, Don Yeomans mewakili agensinya dengan menuliskan bahwa hal-hal yang banyak kita lihat di dunia maya, televisi dan layar lebar mengenai benda-benda luar angkasa tersebut tak berdasarkan pada ilmu pengetahuan.
Tak hanya NASA, sebelumnya suku Maya juga membantah ramalan tersebut. Menurut mereka, ramalan itu hanyalah gambaran orang-orang Barat semata dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan mereka justru tidak tahu pasti akan hal itu. Pasalnya, data pada stone tablet (tablet batu) yang menjadi dasar argumentasi kiamat tak semuanya terbaca lantaran ada bagian yang terlewatkan
Di halaman "pertanyaan yang sering ditanyakan" atau FAQ pada situsnya, NASA memasang judul "2012: Awal dari Akhir atau Mengapa Dunia Takkan Berakhir?" Di dalamnya, NASA menuliskan film 2012 memang cukup mengesankan. Hanya saja, tanggal 21 Desember 2012 tidak akan menjadi akhir dari dunia ini. Demikian dilansir Cnet News, Kamis (12/11) waktu setempat.
Menurut para ilmuwan NASA, tak ada hal buruk yang akan terjadi terhadap Bumi pada 2012. "Planet kita baik-baik saja selama lebih dari empat miliar tahun dan ilmuwan yang terpercaya di seluruh dunia tahu bahwa tak ada ancaman yang terkait dengan 2012."
Namun pendalaman mengenai hal ini baru jelas dibeberkan setelah kita membaca lebih jauh. NASA menuliskan, mitos seputar 2012 yang mengatakan planet akan berbaris sejajar dan menabrak Bumi itu tidak benar. Hal itu takkan terjadi dalam beberapa dekade mendatang dan Bumi tak akan menyeberang galaksi pesawat pada 2012. Dan kalaupun hal ini terjadi, efeknya terhadap Bumi tak begitu besar. "Setiap Desember Bumi dan matahari sejajar dengan pusat perkiraan Galaksi Bima Sakti. Kendati demikian, hal ini merupakan peristiwa tahunan yang tak ada artinya."
Di akhir laman, salah seorang ilmuwan senior NASA, Don Yeomans mewakili agensinya dengan menuliskan bahwa hal-hal yang banyak kita lihat di dunia maya, televisi dan layar lebar mengenai benda-benda luar angkasa tersebut tak berdasarkan pada ilmu pengetahuan.
Tak hanya NASA, sebelumnya suku Maya juga membantah ramalan tersebut. Menurut mereka, ramalan itu hanyalah gambaran orang-orang Barat semata dan bukan berasal dari suku mereka. Bahkan mereka justru tidak tahu pasti akan hal itu. Pasalnya, data pada stone tablet (tablet batu) yang menjadi dasar argumentasi kiamat tak semuanya terbaca lantaran ada bagian yang terlewatkan
Puisiku
Watashi
watashi...
fu shiawase
fu man
ganko
fu tokubetsu
fu yuumei
demo watashi...
heibon
seijitsu
shiawase
to watashi u
Langganan:
Postingan (Atom)